Walking Tour Menyusuri Kota Lama Semarang


Pagi itu kita diajak jalan-jalan [literally jalan kaki] berkeliling di area Kota Lama Semarang. Kita berkumpul bersama-sama di Taman Srigunting jam 8 pagi.

Taman Srigunting yang terletak persis di sebelah Gereja Blenduk ini ramai oleh orang-orang yang ingin berpiknik di minggu pagi. Kebanyakan dari mereka mencari spot foto paling bagus. Banyak sekali properti-properti yang tersedia untuk menambah keunikan foto. Di sebelah properti tersebut biasanya ada kotak sumbangan sukarela.

Kalau beruntung kamu juga bisa bertemu orang-orang yang melapisi sekujur tubuhnya dengan cat berwarna metalik dan diam sepanjang waktu, berpura-pura menjadi patung. Mereka memang sengaja melkitakan hal itu supaya bisa jadi objek foto. Kalo kamu berfoto dengan mereka, jangan lupa member sumbangan sukarela di kotak yang sudah disediakan. Menjadi patung dan menghibur turis adalah pekerjaan mereka untuk mendapat uang.

Kota Lama Semarang ini istimewa. Kata orang si bangunan-bangunan di sini mirip dengan bangunan-bangunan di Eropa. Saya sendiri sih mengiyakan berdasar lihat foto teman-teman yang pernah piknik ke Eropa [doain saya juga bisa ke Eropa ya ;)].

Beberapa tahun belakangan baik dari pihak pemerintah maupun swasta mempertegas kecantikan bangunan-bangunan indah di Kota Lama Semarang. Bangunan-bangunan lama ini direnovasi tapi tidak meninggalkan bentuk asli bangunannya. Jalan di Kompleks Kota Lama juga diperbaiki. Saat ini juga sedang dilkitakan pengerjaan pemindahan kabel listrik ke bawah tanah. Kebayang dej gimana kerennya Kota Lama kalo udah selesai renovasinya.

Bangunan-bangunan tua di Kota Lama ini rata-rata berubah fungsi menjadi cafe, restoran dan kantor. Untuk para turis yang datang ke Kota Lama tentu saja seneng banget nongkrong di café-café di Kota Lama.

Saya berkali-kali berkunjung ke Kota Lama Semarang. Saya suka nongkrong bareng teman-teman entah di cafe atau di taman. Saya juga senang datang ketika Festival Kota Lama digelar. Tapi menikmati setiap sudut Kota Lama dengan berjalan kaki memberi pengalaman yang berbeda.


Berjalan membuat saya lebih menikmati detail tiap sudut Kota Lama Semarang.

Meski berjalan kaki menyusuri Kota Lama Semarang bisa dilkitakan sendiri, tapi saya rasa lebih seru ikutan walking tour deh. Mas Dimas dari bersukaria tour punya segudang cerita tentang setiap bangunan berusia ratusan tahun di Kota Lama.

Setiap bangunan punya ceritanya masing-masing. Ada bangunan yang jadi saksi betapa kayanya juragan gula pada masa penjajahan Belanda, ada bangunan yang dulunya jadi pengadilan yang sekarang berubah jadi rumah makan, ada juga bangunan showroom mobil yang sekarang jadi café hits. Ikutan walking tour ini berasa seperti masuk ke dalam sebuah buku cerita super besar. Seru!

Kota Lama dahulu adalah pusat kota Semarang, distrik sibuk dan pusat perekonomian. Bahkan dahulu daerah ini terletak di dalam benteng. Sekarang sih bentengnya sudah tidak berbekas.

Beberapa tahun lalu kawasan Kota Lama sempat mati dan dikenal sebagai tempat berkumpulnya para preman.

Sekarang gedung-gedung yang dulu sempat menjadi gedung asuransi, bank, dll berubah fungsi. Ada yang tetap menjadi gedung asuransi, gedung bank, cafe, lokasi syuting film dan foto pre-wed, galeri, guest house, atau masih kosong sembari menunggu perbaikan di sana-sini.

Yang jelas saya belajar sedikit-sedikit tentang jaman dan manusia. Tiap masa punya cerita.

Location