Uniknya Kuliner Khas Rembang, Wajib Dicoba


Rembang merupakan salah satu kabupaten di ujung timur laut Jawa Tengah yang dilalui Jalan Pantai Utara Jawa (Pantura). Selain dikenal dengan pantai Kartini-nya, ternyata Rembang juga memiliki beberapa kuliner khas yang enak dan unik. Jika kamu sedang melalui Rembang dalam perjalananmu, jangan lupa cicipi makanan berikut ini.

Lontong Tuyuhan

Disebut lontong tuyuhan karena pembuat dan penjual makanan ini berasal dari Desa Tuyuhan, kecamatan Pancur, Rembang. Pusatnya ada di tepi jalan desa beraspal Lasem-Pandan, tepatnya yang melintas Desa Tuyuhan. Di sini kamu bisa menikmati enaknya lontong Tuyuhan sambil merasakan semilir angin dengan latar belakang pegunungan dan persawahan yang luas.

Lalu apa sih yang  membedakan lontong Tuyuhan dengan lontong biasa? Lontong Tuyuhan yang rata-rata dihargai Rp20.000 ini, disajikan dengan opor yang kuahnya kaya akan rempah. Bumbu yang diracik dengan rempah asli Lasem ini, menjadikan rasanya begitu khas dan membuat siapapun ingin mencobanya lagi dan lagi.

Selain kuah opornya yang spesial, perbedaan juga ada pada bentuk lontongnya. Bentuk lontong Tuyuhan adalah segitiga, sementara lontong pada umumnya berbentuk lonjong memanjang. Dan ternyata, bentuk segitiga lontong Tuyuhan juga memiliki filosofi loh! Ketiga sudut segitiga tersebut mewakili tiga prinsip hidup, yaitu budaya atau sejarah, agama dan pendidikan.

Dumbek

Bagi sebagian besar orang, nama Dumbek masih asing di telinga. Akan tetapi, bagi orang-orang yang pernah mencobanya, Dumbek akan selalu diingat akan keunikannya.

Dumbek merupakan salah satu jenis jajanan pasar yang tergolong kuno, karena sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Konon Dumbek adalah camilan favorit para wali yang sering dijadikan suguhan bagi para tamu yang datang. Tidak heran jika kemudian penyajian Dumbek dalam setiap acara-acara, menjadi suatu kebiasaan yang sudah seperti bersifat wajib bagi warga Rembang.

Makanan yang rasanya manis legit ini, berbentuk seperti spiral atau terompet. Bahan-bahan dasarnya terdiri dari tepung beras, santan dan gula merah yang direbus dengan tambahan daun pandan sebagai penambah aroma. Rebusan bahan-bahan ini kemudian dimasukkan dalam bentuk kerucut dari daun lontar pohon siwalan yang telah dibentuk sedemikian rupa. Unik, kan?

Sirup Buah Kawista

Melewati jalur Pantura di siang hari tentunya membuat ingin menikmati minuman yang segar. Untuk itu, jika kamu sedang melintasi Rembang, mampirlah ke toko yang menjual sirup Kawista Cap Dewa Burung, kemudian rasakan kenikmatannya.

Sirup kawista memiliki rasa yang unik, manis dan aroma yang cukup menyengat. Warnanya kecoklatan seperti teh yang telah diseduh air. Tambahan es batu melengkapi kesegaran minuman sirup khas Rembang ini. Kamu dapat membeli kemasan botol kecil siap minum dengan harga sekitar Rp5.500. Atau jika kamu ingin menjadikannya sebagai oleh-oleh, tersedia pula kemasan botol kaca yang dihargai Rp25.000 per satuannya.

Nah itulah kuliner yang perlu kamu coba kalau melewati kabupaten Rembang dalam perjalananmu sepanjang jalur Pantura. Gimana? unik dan bikin pengen coba kan?

Location