Batik Lasem, Warna Tiongkok di Pesisir Utara Jawa


Lasem merupakan kecamatan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Berada di pesisir pantai utara Jawa bagian timur. Berdasarkan sejarah di masa silam, Lasem adalah suatu kawasan sebagai perkampungan yang dikenal dengan sebutan Tiongkok kecil karena merupakan kota awal pendaratan orang Tionghoa di tanah Jawa.

Kota Lasem sangat terkenal karena memiliki ciri khas, batik pesisir yang indah dengan pewarnaan yang energik dan berani. Batik Lasem disebutkan sebagai salah satu varian klasik atau biasa disebut pakem. Dengan pola dan corak yang memiliki ciri khas tersendiri. Paduan warnanya berani dan mencolok, dengan motif-motif yang beraneka macam, namun indah dan elegan.

Empat Elemen Budaya

Salah satu batik Lasem yang populer adalah batik tulis Kendoro Kendiri atau batik Pesisiran Laseman. Batik ini merupakan gradasi perbedaan batik Jogja atau Solo, batik dengan motif yang sangat baku pada pakem keraton yang motifnya eksklusif dan khusus bagi golongan ningrat saja. Namun, sekarang Batik Lasem diperuntukkan untuk semua kalangan masyarakat tanpa melihat ststus sosial rakyat Indonesia.

Batik Lasem secara kontekstual menganut empat elemen kreasi budaya, yaitu Jawa klasik Tiongkok, Arab dan Belanda. Hal inilah, yang melahirkan akulturasi kebudayaan yang positif dan memperkaya seni batik itu sendiri.

Proses membatik Batik Lasem berdasarkan pusaka alam, terletak pada penempatan pola dari motif dan gambar-gambar bertema alam sekitar. Temanya menuturkan cerita dan makna sisi kehidupan flora dan fauna sebagai ruang kearifan lokal Lasem. Corak batik Lasem pada umumnya didominani warna-warna cerah seperti merah, hal ini tentu tak lepas dari pengaruh budaya Tiongkok yang kental di kota Lasem.

Menurut data dari Forum Economic Development (Fedep) Rembang, pada tahun 1950-an ada sekitar 140 pengusaha Batik Lasem. Pada Tahun 1970-an hingga tahun 1980-an perkembangan Batik Lasem terus mengalami pasang-surut, karena tidak adanya tata kelola yang memberikan daya dukung kepada para pembatik.

Pada zama reformasi, Batik Lasem mulai berkembang pesat dan menjamur. Muncul berbagai rumah produksi Batik Lasem, yang disebabkan oleh kesadaran warga Lasem dalam melestarikan budaya membatik.

Motif yang Bertutur

Keunikan Batik Lasem terletak pada pendokumentasian sejarah dan nilai seni budaya pada motifnya. Inilah yang menjadikan posisi batik Lasem mendapat tempat di dunia perdagangan baik lokal antar pulau maupun antar negara. Hingga menembus negara ekspor seperti Eropa, Thailand dan Suriname.

Dari selembar batik Lasem, tersimpan kisah tentang pembauran etnis dan budaya serta tingginya nilai toleransi antar warga. Inilah yang kemudian menjadikan kehidupan antar beragama menjadi berkembang kemudian menjadi model batik kuno Lasem, yang sangat digemari oleh pangsa pasar mancanegara.

Sementara model batik Lasem yang modern dan kontemporer, mengikuti irama budaya lokal. Menuangkan alur hidup dalam mengisi hasil kemerdekaan bangsa dan bernegara Indonesia modern.

Location